Sampah Jadi Cahaya, Siswa SMPN 1 Pengadegan Sulap Botol Bekas Menjadi Lampion Kreatif

 


NALARNEWS.COM_Masa pasca Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) di SMP Negeri 1 Pengadegan dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna. Pada Sabtu (13/6/2026), seluruh siswa kelas VII mengikuti kegiatan pembuatan lampion berbahan dasar botol plastik bekas sebagai bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui praktik daur ulang.


Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mengajak siswa mengubah limbah plastik menjadi karya seni bernilai estetika. Botol-botol bekas yang sebelumnya tidak terpakai disulap menjadi lampion berwarna-warni dengan sentuhan kreativitas masing-masing kelompok.


Proses pembuatan dimulai dengan membersihkan botol bekas sebelum dirangkai membentuk pola melingkar. Setelah struktur lampion selesai, setiap kelompok menghias hasil karyanya sesuai ide dan imajinasi mereka. Beragam desain menarik pun lahir, menampilkan perpaduan warna dan bentuk yang unik serta mencerminkan kreativitas para siswa.


Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Para siswa tampak antusias bekerja sama membagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan, menyusun rangkaian botol, hingga menyempurnakan tampilan lampion. Interaksi tersebut tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga memperkuat kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan memecahkan masalah secara bersama-sama.


Guru-guru turut memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung agar setiap kelompok mampu menuangkan ide secara optimal. Pendekatan belajar yang memadukan kreativitas dan kepedulian lingkungan ini menjadi pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas, sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk berekspresi.


Melalui pemanfaatan botol plastik bekas, para siswa diajak memahami bahwa sampah tidak selalu menjadi barang yang harus dibuang. Dengan kreativitas dan inovasi, limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai seni. Pesan inilah yang menjadi inti dari kegiatan tersebut, yakni membangun kebiasaan ramah lingkungan sejak usia sekolah.


Kegiatan ini juga menjadi implementasi pendidikan karakter yang menanamkan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan, kerja sama, kreativitas, serta kepedulian terhadap permasalahan sampah plastik. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecakapan hidup peserta didik.


Melalui kegiatan pembuatan lampion dari botol bekas ini, SMPN 1 Pengadegan berharap siswa semakin memahami pentingnya menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, masa pasca ASAT tidak sekadar menjadi waktu pengisi jeda pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan pengalaman belajar yang inspiratif, menyenangkan, dan berdampak positif bagi lingkungan.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama