NALARNEWS.COM – Upaya meningkatkan kualitas
pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi terus diperkuat. Direktorat Sekolah
Dasar berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Purbalingga menggelar Bimbingan Teknis Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang
SD Tahun 2026 bagi para pendidik sekolah dasar di Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 5–8
Oktober 2026 di Braling Grand Hotel Purbalingga tersebut diikuti oleh 50 guru
perwakilan dari 50 Sekolah Dasar di Kabupaten Purbalingga. Melalui kegiatan
ini, peserta mendapatkan penguatan kebijakan sekaligus praktik pemanfaatan
teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.
Acara pembukaan dihadiri oleh Sri
Wilujeng Puyangsari, S.Kom., Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Sekolah
Dasar, serta dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Purbalingga, Heru Sri Wibowo. Turut hadir Kepala Bidang Pembinaan SD, Nokman
Riyanto dan Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik SD, Ely Angkasawati.
Dalam sambutannya, Sri Wilujeng
Puyangsari menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran bukan semata tentang
menghadirkan perangkat teknologi di sekolah, tetapi bagaimana teknologi
tersebut mampu memberikan perubahan positif terhadap kualitas pembelajaran.
“Program yang telah kita rancang tidak
akan berhenti pada penyediaan teknologi dan perangkat bagi satuan pendidikan.
Yang jauh lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat
nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan mendukung murid untuk belajar
secara lebih optimal,” kata Sri Wilujeng.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi
dalam pendidikan menjadi bagian dari transformasi pembelajaran yang bertujuan
menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif, kontekstual, kreatif, dan
berpusat pada peserta didik. Salah satu teknologi yang terus didorong
penggunaannya adalah Papan Interaktif Digital (PID) sebagai sarana pendukung
pembelajaran di sekolah dasar.
Menurut Sri Wilujeng, keberhasilan
digitalisasi pembelajaran sangat bergantung pada kesiapan sekolah dan guru.
Karena itu, penguatan kapasitas pendidik menjadi bagian penting agar teknologi
dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing satuan
pendidikan.
“Jangan hanya berorientasi pada
kemampuan mengoperasikan perangkat, tetapi mari kita fokuskan pemanfaatan
teknologi pada pertanyaan yang lebih penting: bagaimana teknologi dapat
membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, berkesadaran, dan
menggembirakan sehingga murid dapat belajar dengan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, menyampaikan bahwa
penguatan kemampuan guru dalam bidang digital menjadi kebutuhan penting di
tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
“Transformasi digital dalam pendidikan
harus dimulai dari kesiapan para pendidik. Guru memiliki peran utama dalam
menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, sementara teknologi menjadi alat
yang membantu memperluas kreativitas dan inovasi dalam proses belajar
mengajar,” ujar Heru Sri Wibowo.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti
kegiatan dengan optimal dan membawa pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan
di sekolah masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap
guru-guru di Kabupaten Purbalingga semakin siap memanfaatkan teknologi digital
untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan mampu menjawab
kebutuhan peserta didik saat ini,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta
mendapatkan pendalaman materi dari tiga narasumber, yaitu A’fiff Khairul Umam,
Benny Sumarna Saut Parsaulian, dan Desi Putrianasari.
Berbagai materi diberikan, mulai dari
Kebijakan Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD, Pola Pikir Berbasis Aset di
Sekolah, Penguatan Literasi Digital di Satuan Pendidikan, Eksplorasi Penggunaan
Papan Interaktif Digital (PID), Bahan Ajar Interaktif Berbasis Digital,
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif (MPI), Asesmen Berbasis Digital,
hingga Perencanaan Pembelajaran Mendalam Berbasis Digital.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi
para guru untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mempelajari praktik baik
dalam penerapan teknologi pembelajaran. Sri Wilujeng mengajak peserta agar
aktif mencoba dan saling bertukar pengalaman selama kegiatan berlangsung.
Dengan adanya bimbingan teknis ini,
diharapkan sekolah dasar di Kabupaten Purbalingga semakin siap menghadirkan
pembelajaran berbasis digital yang tidak hanya mengikuti perkembangan
teknologi, tetapi juga tetap berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan
peserta didik.
Digitalisasi pembelajaran diharapkan
mampu menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan, sehingga teknologi
benar-benar hadir sebagai mitra guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang
lebih bermakna.
“Digitalisasi Pembelajaran: Teknologi
Bersahabat, Anak SD Hebat!” menjadi semangat bersama dalam mewujudkan generasi
yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.


.jpeg)

.jpeg)
Posting Komentar