PAD Purbalingga Baru 22,21 Persen, Pemkab Siapkan Strategi Kurangi Ketergantungan Dana Pusat



PURBALINGGA, NALARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Purbalingga tengah menyiapkan strategi untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menekan belanja yang dinilai kurang produktif. Langkah tersebut menjadi bagian dari penyusunan APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2027.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengungkapkan, saat ini kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah masih sebesar 22,21 persen. Sementara itu, pendapatan yang berasal dari transfer pemerintah pusat mencapai 77,79 persen.

Kondisi tersebut membuat Pemkab Purbalingga perlu mencari ruang untuk meningkatkan pendapatan yang bersumber dari potensi daerah sendiri.

Hal itu disampaikan Fahmi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purbalingga, Rabu (30/9/2026). Agenda rapat yakni penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2027.

Pajak dan Retribusi Jadi Perhatian

Fahmi mengatakan, peningkatan PAD akan dilakukan dengan mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah.

Saat ini, kontribusi pajak daerah terhadap PAD tercatat 36,73 persen, sedangkan retribusi daerah mencapai 46,03 persen.

Pemkab akan melakukan sejumlah langkah, mulai dari menggali potensi baru, intensifikasi dan ekstensifikasi, memperbarui data objek dan wajib pajak, hingga memperbaiki tata kelola pemungutan.

Digitalisasi pembayaran juga akan diperkuat untuk memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan pengawasan.

“Komposisi PAD terhadap pendapatan daerah saat ini sebesar 22,21 persen. Kami sependapat untuk mengurangi ketergantungan fiskal daerah secara bertahap,” kata Fahmi.

Menurutnya, optimalisasi pendapatan juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menangani pemungutan pajak dan retribusi.

Namun, peningkatan PAD tidak akan dilakukan secara serampangan. Pemerintah daerah tetap akan mempertimbangkan kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Belanja Tak Produktif Bakal Ditekan

Tak hanya mengejar pendapatan, Pemkab Purbalingga juga akan melakukan penataan dari sisi belanja.

Belanja rutin akan dikendalikan. Sementara belanja yang dinilai kurang produktif akan dievaluasi agar anggaran bisa lebih banyak diarahkan ke program prioritas.

Kebijakan tersebut sejalan dengan tema pembangunan Purbalingga 2027, yakni “Akselerasi Infrastruktur Dasar dan Pariwisata Berkelanjutan untuk Mendorong Pemerataan Ekonomi dan Ketahanan Sosial.”

Sejumlah sektor menjadi prioritas, terutama peningkatan kualitas jalan dan irigasi, sarana pendidikan dan kesehatan, serta infrastruktur pelayanan dasar.

Dalam menentukan prioritas pembangunan, Pemkab akan melihat kondisi infrastruktur yang ada, tingkat urgensi, kesiapan kegiatan, jumlah masyarakat penerima manfaat, hingga pemerataan pembangunan antarwilayah.

Fahmi meminta setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pelaksanaan belanja pembangunan harus memperhatikan prinsip tepat waktu, tepat mutu, tepat manfaat, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pendidikan hingga Persampahan

Dalam rapat paripurna tersebut, Fahmi juga menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan di berbagai sektor.

Di antaranya pendidikan, kesehatan, pertanian dan pengairan, persampahan, serta pengelolaan desa.

Pemerintah daerah akan mengarahkan program dan kegiatan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Berbagai masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD, kata Fahmi, akan menjadi bahan dalam penyempurnaan Raperda APBD 2027.

Pembahasan selanjutnya akan dilakukan secara lebih rinci melalui rapat komisi maupun Badan Anggaran DPRD Kabupaten Purbalingga.

Dengan strategi tersebut, Pemkab Purbalingga berharap ruang fiskal daerah semakin kuat sehingga pembiayaan pembangunan tidak hanya bergantung pada dana transfer, tetapi juga ditopang oleh kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi pendapatannya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama