Merawat Bahasa Ibu, 126 Siswa SD Purbalingga Beradu Talenta di FTBI 2026



NALARNEWS.COM – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah, khususnya bahasa Jawa.

Festival tersebut diikuti sebanyak 126 peserta dari 18 kecamatan se-Kabupaten Purbalingga. Para peserta merupakan siswa SD yang telah mengikuti proses seleksi dan pembinaan di tingkat kecamatan sebelum berkompetisi pada tingkat kabupaten.

Beragam cabang lomba diselenggarakan dalam FTBI tahun ini, meliputi macapat, sesorah, geguritan, nulis lan maca aksara Jawa, dongeng, ndagel ijen, dan nulis cerkak. Berbagai cabang tersebut memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Jawa sekaligus mengekspresikan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Laporan panitia disampaikan oleh Koordinator Cara Giatno Festisia Gantoro, S.Pd.SD. Dalam laporannya disampaikan bahwa pelaksanaan FTBI diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran bahasa ibu yang menyenangkan, kreatif, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., Kepala Bidang Pembinaan SD, Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik, Korwilcam Dindikbud se-Kabupaten Purbalingga, kepala sekolah, guru pendamping, serta seluruh peserta lomba.

Dalam sambutannya, Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, menekankan pentingnya pelestarian bahasa dan budaya daerah melalui dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa ibu sejak usia dini.

“FTBI bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, menggunakan, dan melestarikan bahasa serta budaya daerah. Kami ingin anak-anak Purbalingga tumbuh menjadi generasi yang maju dan percaya diri, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat,” ujar Heru.

Heru juga mengapresiasi para peserta, guru pendamping, kepala sekolah, Korwilcam, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya FTBI tingkat Kabupaten Purbalingga. Menurutnya, keberanian anak untuk tampil dan berkompetisi merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.

“Saya berharap anak-anak mengikuti festival ini dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan menjadikan pengalaman hari ini sebagai bagian dari proses belajar. Menang atau kalah bukan satu-satunya ukuran, karena keberanian tampil, berproses, dan mencintai budaya sendiri merupakan prestasi yang sangat berharga,” tambahnya.

Hasil perlombaan melahirkan para juara dari tujuh cabang yang dipertandingkan. Mereka berasal dari berbagai sekolah dan kecamatan di Kabupaten Purbalingga.

Pada cabang Macapat, juara pertama diraih Syahayu Gilas P dari SD Purba Adi Suta Kecamatan Purbalingga. Juara kedua diraih Ghania Ayu Kinanti dari SD Negeri 1 Kalijaran Kecamatan Karanganyar, sedangkan juara ketiga diraih Humaira Devaesha A dari SD Negeri 1 Bakulan Kecamatan Kemangkon.

Untuk Sesorah, juara pertama diraih Fawwas Azzam A dari SD Negeri 3 Majasari Kecamatan Bukateja. Juara kedua diraih Bintang Putri Ayu C.M. dari SD Negeri 2 Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol, dan juara ketiga Savia Nur Azizah dari SD Negeri 2 Karangjambu Kecamatan Karangjambu.

Pada cabang Dongeng, juara pertama diraih Adindara Jelita A dari SD Negeri 1 Baleraksa Kecamatan Karangmoncol. Juara kedua diraih Khansa Arsyila S dari SD Negeri 1 Karangmalang Kecamatan Bobotsari, sedangkan juara ketiga diraih Liona Aprilia dari SD Negeri 1 Arenan Kecamatan Kaligondang.

Cabang Nulis Cerkak menempatkan Vilsa Apriani Y dari SD Negeri 1 Tangkisan Kecamatan Mrebet sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Immanuello Prince M.A dari SD Kristen Bina Harapan Kecamatan Purbalingga, dan juara ketiga diraih Khalifa Ghinaa Syakira dari SD Negeri 1 Pekiringan Kecamatan Karangmoncol.

Pada cabang Geguritan, juara pertama diraih Arumi Faza Aulia dari SD Negeri 1 Majasari Kecamatan Bukateja. Juara kedua diraih Fathian H. Pradipta dari SD Negeri 1 Bodaskarangjati Kecamatan Rembang, sementara juara ketiga diraih Aysila Gendis N dari SD Negeri 1 Sangkanayu Kecamatan Mrebet.

Sementara itu, cabang Ndagel Ijen dimenangkan Zazkia Kirana Putri dari SD Negeri 1 Beji Kecamatan Bojongsari sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Puspa Dewi Sukma dari SD Negeri 1 Karangsari Kecamatan Karangmoncol, dan juara ketiga diraih Azzam Maliq Khoiru S dari SD Negeri 1 Kedungwuluh Kecamatan Kalimanah.

Untuk cabang Nulis dan Maca Aksara Jawa, juara pertama diraih Zoya Rahadatul Aisy dari SD Negeri 1 Purbalingga Wetan Kecamatan Purbalingga. Juara kedua diraih Umu Salisatun N dari SD Negeri 1 Bajong Kecamatan Bukateja, sedangkan juara ketiga diraih Fajra Naila Faradinna dari SD Negeri 1 Pengadegan Kecamatan Pengadegan.

Selain juara pertama hingga ketiga, masing-masing cabang juga menetapkan Juara Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3. Capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi siswa dalam bidang bahasa dan sastra Jawa tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Purbalingga.

Melalui FTBI, Dindikbud Kabupaten Purbalingga terus mendorong agar bahasa Jawa tidak hanya dipelajari sebagai materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga digunakan dan dihidupkan melalui berbagai kegiatan kreatif. Kemampuan berbahasa, bersastra, dan memahami budaya daerah diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik.

Pelaksanaan FTBI Jenjang SD Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada siswa-siswa yang memiliki bakat dan minat dalam bidang bahasa dan sastra Jawa. Dari kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda Purbalingga yang mampu menjaga warisan budaya daerah sekaligus siap menghadapi perkembangan zaman.

Post a Comment

أحدث أقدم