NALARNEWS.COM – Sebanyak 667 kepala keluarga (KK) di
Kabupaten Purbalingga menerima bantuan air bersih dari Lembaga Amil Zakat
Al-Ihsan (LAZiS) Jawa Tengah. Hingga 11 Oktober 2026, total air bersih yang
telah didistribusikan mencapai 274.600 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan
masyarakat di sembilan desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Program kemanusiaan yang berlangsung
sejak 29 Juli 2026 tersebut merupakan bentuk kepedulian LAZiS Jateng terhadap
masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau. Bantuan
ini diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan
dasar seperti minum, memasak, dan menjaga kebersihan keluarga.
Sembilan desa yang telah menerima
bantuan meliputi Desa Serang di Kecamatan Karangreja, Desa Bumisari di
Kecamatan Bojongsari, Desa Binangun dan Sangkanayu di Kecamatan Mrebet, Desa
Wanogara Wetan di Kecamatan Rembang, Desa Sidanegara dan Slinga di Kecamatan
Kaligondang, Desa Kejobong di Kecamatan Kejobong, serta Desa Pasunggingan di
Kecamatan Pengadegan.
Pimpinan Kantor Layanan LAZiS Jateng
Purbalingga, Ratnasari, mengatakan bahwa penyaluran air bersih menjadi salah
satu bentuk ikhtiar lembaganya untuk hadir membantu masyarakat yang terdampak
kekeringan.
“Alhamdulillah, hingga 11 Oktober 2026,
kami telah menyalurkan 274.600 liter air bersih kepada warga di sembilan desa
yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Kami menyadari bahwa
air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi kehidupan
masyarakat. Karena itu, kami berupaya hadir untuk membantu meringankan beban
warga yang terdampak kekeringan,” ungkap Ratnasari.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut
tidak terlepas dari dukungan para donatur dan mitra yang turut berpartisipasi
dalam membantu masyarakat. Kolaborasi dilakukan bersama PD Salimah Purbalingga
yang menyumbangkan 68.000 liter air bersih, PT Pertamina Patra Niaga IT Cilacap
sebanyak 12.000 liter, serta KBIT Bakti Anak Negeri Purbalingga sebanyak 32.000
liter.
Ratnasari menyampaikan apresiasi atas
kepercayaan dan kepedulian seluruh pihak yang telah mendukung program tersebut.
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga
semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses air bersih.
“Kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan mitra kolaborator yang telah
mempercayakan serta menyalurkan kepeduliannya melalui LAZiS Jateng. Semoga
setiap liter air bersih yang diberikan menjadi amal jariyah dan membawa
keberkahan bagi semua pihak. Kami berharap kolaborasi kebaikan ini dapat terus
berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tambahnya.
Kekeringan Meluas, Sumur Warga Mulai Mengering
Berdasarkan data Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga per 2 Oktober 2026, kekeringan
telah berdampak pada 79 desa di 15 kecamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa
kebutuhan bantuan air bersih bagi masyarakat masih menjadi persoalan yang perlu
mendapatkan perhatian bersama.
Di sejumlah wilayah, sumur milik warga
mulai mengering. Bahkan, sumur dengan kedalaman mencapai 25 meter tidak lagi
mampu menyediakan air dalam jumlah yang mencukupi. Sementara itu, pasokan air
dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas)
juga mengalami keterbatasan. Di beberapa lokasi, aliran air bahkan terhenti
karena sumber air yang digunakan mengering.
Akibatnya, masyarakat harus menghadapi
kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Dalam situasi
tersebut, distribusi air bersih menjadi bantuan yang sangat dibutuhkan untuk
menjaga keberlangsungan aktivitas rumah tangga.
Manfaat bantuan tersebut dirasakan
langsung oleh warga Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang. Kepala Desa
Wanogara Wetan, Akhyar, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan
LAZiS Jateng kepada masyarakatnya.
“Maturnuwun sembah suwun kepada LAZiS
Jateng atas bantuan air bersih untuk Desa Wanogara Wetan. Insyaallah sangat
bermanfaat untuk warga desa kami,” kata Akhyar.
Ajak Donatur Terus Bergerak
Meski telah menyalurkan ratusan ribu
liter air bersih, LAZiS Jateng menilai kebutuhan masyarakat di wilayah
terdampak kekeringan masih belum sepenuhnya terpenuhi. Oleh karena itu,
dukungan dari masyarakat, donatur, dan mitra kolaborator masih diperlukan untuk
memperluas jangkauan bantuan.
Ratnasari mengajak berbagai pihak untuk
terus menguatkan kepedulian sosial melalui aksi nyata, salah satunya dengan
membantu penyediaan dan distribusi air bersih bagi desa-desa yang mengalami
kekeringan.
“Musim kemarau belum berakhir. Ribuan
warga di Kabupaten Purbalingga masih kesulitan mengakses air bersih. Kami
mengajak seluruh masyarakat, donatur, dan mitra kolaborator untuk bersama-sama
melanjutkan aksi kebaikan dengan membantu mendistribusikan air bersih ke
desa-desa terdampak kekeringan. Insyaallah, setiap tetes air yang kita salurkan
akan menjadi manfaat dan harapan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,”
tuturnya.
Ia juga berharap setiap bantuan yang diberikan dapat menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada seluruh donatur dan
mitra kolaborator yang telah membersamai langkah kebaikan ini. Semoga Allah SWT
membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda dan menjadikan
ikhtiar ini sebagai amal jariyah. Jazakumullah khairan katsiran,” pungkasnya.
Melalui program distribusi air bersih
ini, LAZiS Jateng berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap
sesama terus tumbuh. Sinergi antara lembaga sosial, dunia usaha, komunitas, dan
masyarakat diharapkan mampu membantu lebih banyak keluarga di Kabupaten
Purbalingga menghadapi dampak kekeringan, sekaligus memastikan kebutuhan dasar
air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau.


.jpeg)
.jpeg)
Posting Komentar