NALARNEWS.COM – Perubahan desil kesejahteraan sosial
yang berdampak pada hilangnya akses bantuan sosial menjadi salah satu persoalan
yang mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga dari
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Umi Niken, pada 7–10 Oktober 2026.
Dalam agenda penyerapan aspirasi di empat lokasi, warga menyampaikan keluhan
terkait perubahan status kesejahteraan yang dinilai tidak selalu mencerminkan
kondisi ekonomi mereka di lapangan.
Reses tersebut digelar di dua titik di
Kelurahan Kembaran Kulon, Purbalingga Lor RT 01 RW 06, tepatnya di belakang
Gedung DPRD Purbalingga, serta Karanggedang, Kecamatan Bukateja. Kegiatan ini
menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat untuk
menyampaikan persoalan lingkungan, kebutuhan pembangunan, serta berbagai hal
yang memerlukan perhatian pemerintah daerah.
Dalam dialog bersama warga, persoalan
data kesejahteraan sosial menjadi perhatian karena perubahan desil dapat
memengaruhi kelayakan seseorang untuk menerima program bantuan sosial tertentu.
Sejumlah warga mengaku tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan setelah
mengalami kenaikan desil, meskipun merasa kondisi ekonomi keluarganya masih
membutuhkan dukungan pemerintah.
Menanggapi keluhan tersebut, Umi Niken
menyatakan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat
melalui mekanisme yang berlaku. Ia menilai persoalan yang berkaitan dengan data
kesejahteraan perlu ditelusuri dan dikoordinasikan dengan instansi berwenang
agar masyarakat memperoleh kejelasan.
“Semaksimal kami bisa, akan kami
perjuangkan dan menjadi bagian dari solusi dari apa yang menjadi permasalahan
masyarakat,” tegas Umi Niken di hadapan warga.
Menurutnya, kegiatan reses tidak sekadar
menjadi agenda rutin anggota legislatif, tetapi juga menjadi sarana untuk
mengetahui persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat. Aspirasi yang
disampaikan warga selanjutnya dapat menjadi bahan advokasi, pengawasan, serta
pembahasan sesuai kewenangan DPRD.
Selain menyampaikan keluhan, warga juga
mengungkapkan apresiasi atas sejumlah program yang telah diperjuangkan melalui
pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan. Bantuan tersebut antara lain untuk bantuan tratag, dukungan bagi peternak jangkrik, TPQ Bina Umat Mulia, dan
RA Diponegoro 2.
Program-program tersebut dinilai
memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari mendukung kegiatan sosial dan
keagamaan hingga membantu pengembangan usaha produktif. Aspirasi dan apresiasi
warga menjadi masukan penting untuk mengevaluasi agar program yang
diperjuangkan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Umi Niken secara langsung di
tengah masyarakat juga mendapat respons positif. Ketua RW 06 Purbalingga Lor
mengungkapkan bahwa kunjungan anggota DPRD ke wilayahnya menjadi pengalaman
tersendiri bagi warga.
“Dari saya 50 tahun di sini, baru ada
dewan yang turun,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya
harapan masyarakat terhadap kehadiran wakil rakyat di lapangan. Warga tidak
hanya membutuhkan saluran formal untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga
menginginkan komunikasi langsung agar kondisi lingkungan dan persoalan yang
mereka hadapi dapat diketahui secara nyata.
Apresiasi serupa disampaikan tokoh
masyarakat Karanggedang, Yasa. Ia menilai kehadiran Umi Niken memberikan
suasana positif sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan
kebutuhan dan persoalan di lingkungannya.
“Kehadiran Umi Niken dados ndamel adem,
banyak program hadir dan sering turun di masyarakat,” tutur Yasa.
Melalui reses tersebut, berbagai masukan
masyarakat dihimpun untuk ditindaklanjuti berdasarkan kewenangan, skala
prioritas, serta kemampuan anggaran daerah. Khusus persoalan perubahan desil,
diperlukan koordinasi dengan instansi terkait agar pengaduan warga dapat
ditelusuri berdasarkan data dan mekanisme yang berlaku.
Reses ini sekaligus menegaskan
pentingnya komunikasi berkelanjutan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Aspirasi yang telah disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai catatan
pertemuan, tetapi menjadi bahan perjuangan dan evaluasi kebijakan agar program
pemerintah semakin tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan warga
Purbalingga.

Posting Komentar