Dari Lereng Slamet, Giesel Juara I Pidato SMP Purbalingga, Siap Berlaga di Tingkat Jateng

 


NALARNEWS.COM – Berbekal kepercayaan diri, latihan intensif, dan bimbingan guru, Giesella Naeluliza Arofiq, murid kelas IX B SMP Negeri 2 Karangreja, Kabupaten Purbalingga, berhasil meraih Juara I lomba berpidato tingkat SMP se-Kabupaten Purbalingga. Prestasi dengan raihan nilai 277 tersebut mengantarkan siswi yang akrab disapa Giesel itu menjadi wakil Purbalingga dalam kompetisi serupa tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Lomba berpidato dan baca puisi tersebut diselenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Purbalingga dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2026. Dalam perlombaan itu, Giesel tampil memukau dewan juri melalui pidato bertema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju”.

Keberhasilan Giesel menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi. Meski menempuh pendidikan di sekolah yang berada di kawasan lereng Gunung Slamet, ia mampu menunjukkan kemampuan berbicara di depan publik dan bersaing dengan peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Purbalingga.

Percaya Diri Menjadi Modal Utama

Sebelum mengikuti perlombaan, Giesel mempersiapkan mental sekaligus membangun kepercayaan diri. Ia mengaku tidak merasa minder meskipun berasal dari sekolah di wilayah lereng Gunung Slamet.

“Meski sekolah saya di lereng Gunung Slamet, saya tetap bersemangat,” ujar Giesel kepada EDUKATOR, Selasa (13/10/2026).

Menariknya, Giesel hanya membutuhkan waktu dua hari untuk menguasai materi pidato sesuai ketentuan lomba. Waktu yang relatif singkat tersebut dimanfaatkan secara maksimal melalui latihan mandiri di sela-sela kegiatan belajar di sekolah.

Ia bahkan menggunakan waktu istirahat untuk mengasah kemampuan berbicara dan melatih penyampaian materi. Ruang perpustakaan sekolah menjadi salah satu tempat yang dimanfaatkannya untuk berlatih.

“Saya berlatih saat istirahat di ruang perpustakaan,” tuturnya.

Kebiasaan memanfaatkan waktu secara efektif tersebut menjadi bagian penting dari persiapannya. Dengan latihan yang terarah dan kemauan untuk terus memperbaiki penampilan, Giesel mampu tampil optimal ketika berhadapan dengan dewan juri.

Terinspirasi Gaya Santun Sang Guru

Dalam membangun kemampuan berpidato, Giesel juga mendapatkan inspirasi dari guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Karangreja, Melisa Afrian, S.Pd. Ia mengagumi gaya penyampaian sang guru yang dinilainya santun sekaligus persuasif.

“Saya mengidolakan Bu Melisa karena santun dan persuasif,” katanya.

Inspirasi tersebut menjadi salah satu bekal bagi Giesel dalam mengembangkan karakter penyampaian pidato. Ia berusaha menghadirkan penampilan yang tidak hanya kuat dari sisi materi, tetapi juga mampu membangun hubungan dengan audiens melalui pilihan kata, intonasi, ekspresi, dan cara penyampaian yang meyakinkan.

Saat tampil di hadapan dewan juri, Giesel menunjukkan kepercayaan diri dengan intonasi yang jelas, ekspresi yang kuat, serta teknik retorika yang baik. Penampilannya berhasil menarik perhatian juri hingga mengantarkannya meraih nilai tertinggi dalam kompetisi tingkat kabupaten tersebut.

Bagi Giesel, prestasi yang diraihnya bukan semata-mata hasil kemampuan pribadi. Bimbingan guru, kerja keras, serta dukungan dan doa dari orang-orang di sekitarnya menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju keberhasilan.

“Prestasi ini berkat bimbingan guru, kerja keras, dan doa,” ungkapnya.

Matangkan Persiapan Menuju Tingkat Provinsi

Setelah memastikan diri sebagai juara pertama tingkat kabupaten, Giesel kini mulai memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia menyadari bahwa persaingan di tingkat provinsi membutuhkan kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi penguasaan materi maupun teknik penyampaian.

Sejumlah aspek menjadi fokus pembenahan, mulai dari volume suara, kualitas vokal, artikulasi, sistematika isi pidato, hingga kemampuan improvisasi dan kesesuaian materi dengan tema yang ditentukan.

Salah satu hal yang ingin ditingkatkannya adalah kekuatan suara agar pesan pidato dapat terdengar jelas hingga barisan belakang tanpa harus berteriak. Selain itu, ia berupaya menyempurnakan teknik penyampaian agar setiap gagasan yang disampaikan dapat dipahami dan diterima audiens dengan baik.

Persiapan tersebut menjadi langkah penting bagi Giesel untuk meningkatkan kualitas penampilannya sekaligus membangun kesiapan mental menghadapi peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Giesel berharap kerja keras dan latihan yang dijalaninya dapat membuahkan hasil terbaik ketika membawa nama Kabupaten Purbalingga di tingkat provinsi.

“Mohon doanya agar saya bisa menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

Prestasi Giesel diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya, khususnya di wilayah perdesaan, untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berkompetisi. Dari sekolah di lereng Gunung Slamet, Giesel membuktikan bahwa semangat belajar, keberanian mencoba, dan ketekunan berlatih dapat membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Post a Comment

أحدث أقدم