Dari Dana Zakat Menuju Kemandirian, LAZiS Jateng Berdayakan 10 Pelaku Usaha di Purbalingga

 

NALARNEWS.COM – Dana zakat tidak hanya menjadi sarana membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga dapat menjadi penggerak kemandirian ekonomi. Semangat inilah yang diwujudkan LAZiS Jateng melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) dengan menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp30 juta kepada 10 penerima manfaat di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Jumat (23/10/2026).

Program hasil kolaborasi Kementerian Agama Republik Indonesia dan LAZ Al-Ihsan Jawa Tengah (LAZiS Jateng) tersebut menyasar para mustahik yang telah menjalankan usaha produktif. Masing-masing penerima memperoleh bantuan modal sebesar Rp3 juta untuk mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Penyaluran bantuan dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Pengadegan dan dihadiri Direktur Program LAZiS Jateng Iwan Yuniarto, S.M., Kepala KUA Pengadegan H. Saroyo, S.Ag., Pimpinan Kantor LAZiS Jateng Purbalingga Ratnasari Nur Isnaeni, S.S., serta para penyuluh agama KUA Pengadegan.

Sepuluh penerima manfaat berasal dari berbagai desa di Kecamatan Pengadegan dengan jenis usaha yang beragam. Mulai dari usaha kuliner seperti jus, soto, dan sate, hingga tanaman hias, akuarium, bengkel cat, serta jual beli kambing. Keberagaman usaha tersebut menjadi potensi yang diharapkan mampu berkembang melalui dukungan permodalan dan pendampingan.

Direktur Program LAZiS Jateng, Iwan Yuniarto, menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan dapat menjadi awal bagi penerima manfaat untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Ia juga menyebut kolaborasi dengan Kementerian Agama melalui KUA Pengadegan diharapkan menjadi proyek percontohan atau pilot project dalam pemberdayaan ekonomi umat di tingkat kecamatan.

“Mudah-mudahan nanti bisa memberikan kebahagiaan kepada Bapak Ibu semua dalam proses mengembangkan usaha. Kolaborasi bersama Kemenag berbasis KUA di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga ini harapannya menjadi titik awal atau pilot project. Bapak Ibu menjadi yang menerima pertama kalinya,” ungkap Iwan.

Ia mengingatkan agar bantuan modal dimanfaatkan secara tepat dan tidak disalahgunakan. Dengan pengelolaan yang baik, bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha, menambah pendapatan, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para penerima manfaat.

Sementara itu, Kepala KUA Pengadegan, H. Saroyo, S.Ag., menegaskan bahwa tujuan utama program PEU adalah mendorong perubahan status ekonomi penerima manfaat, dari mustahik menjadi muzakki atau orang yang mampu membayar zakat.

“Diharapkan tujuan akhir program PEU ini adalah agar Bapak Ibu bisa naik kelas. Kalau tahun ini masih menjadi mustahik, tujuan akhirnya ketika program ini selesai yaitu menjadi muzakki, pembayar zakat. Jadikan ini sebagai tanggung jawab,” tegas Saroyo.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari penyaluran bantuan, tetapi juga dari perkembangan usaha dan peningkatan kemandirian penerima manfaat. Karena itu, para penyuluh agama KUA Pengadegan akan turut memantau sekaligus memberikan pendampingan kepada para penerima.

Salah satu penerima manfaat, Sri Lestari, warga Desa Tetel yang menjalankan usaha tanaman hias dan bunga, mengaku bersyukur atas bantuan modal yang diterimanya. Ia berharap bantuan tersebut dapat menunjang perkembangan usaha yang selama ini dijalankan.

“Terima kasih saya ucapkan kepada LAZiS Jateng dan KUA Pengadegan yang memberikan bantuan modal untuk kami. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi kami. Dan untuk LAZiS Jateng dan KUA Pengadegan semoga makin sukses, berkah rezekinya, berkah umur. Matursuwun sanget,” tuturnya.

Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat, LAZiS Jateng bersama Kementerian Agama berharap dana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan. Tidak sekadar meringankan beban ekonomi, program ini diharapkan mampu menumbuhkan usaha produktif, memperkuat kemandirian masyarakat, dan melahirkan muzakki baru dari kalangan mustahik yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya.

 

Post a Comment

أحدث أقدم