NALARNEWS.COM – Komitmen memperkuat budaya literasi
sejak usia dini diwujudkan Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Syasya
Tsania, melalui peluncuran tiga buku cerita anak pada pembukaan Purbalingga
Literasi Festival di Perpustakaan Daerah Kabupaten Purbalingga, Kamis
(8/10/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan Pengukuhan
Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Purbalingga tersebut
menjadi momentum untuk memperluas gerakan membaca sekaligus menghadirkan bahan
bacaan yang sesuai dengan dunia anak.
Tiga buku cerita anak yang diluncurkan
yakni “Fatih Punya Banyak Teman”, “Khalisha dan Pohon Kecil”, serta “Kayla
Berani Bermimpi”. Buku-buku tersebut merupakan bagian dari gerakan Bunda PAUD
Purbalingga dalam menghadirkan cerita anak yang mengandung pesan edukatif,
nilai karakter, dan pengenalan terhadap lingkungan sekitar.
Cerita dalam buku tidak hanya mengajak
anak belajar tentang persahabatan, kepedulian, dan keberanian meraih impian,
tetapi juga memperkenalkan berbagai kekayaan lokal Purbalingga. Anak-anak
diajak mengenal tempat dan budaya daerah melalui cerita yang memuat unsur
seperti Alun-Alun Purbalingga, Goa Lawa, serta jajanan tradisional khas seperti
onde-onde dan ondol-ondol.
“Buku cerita anak ini kami hadirkan
sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak usia dini, terutama
dalam membangun kecintaan terhadap buku dan budaya membaca sejak kecil.
Anak-anak membutuhkan cerita yang dekat dengan kehidupan mereka, yang mampu
menghibur sekaligus memberikan nilai pembelajaran,” kata Syahzani.
Ia menyampaikan bahwa kebiasaan membaca
perlu dibangun melalui cara yang menyenangkan agar anak merasa dekat dengan
buku.
“Setiap cerita memiliki pesan, dan
setiap buku dapat menjadi teman bagi anak dalam mengenal dunia. Kami berharap
buku-buku ini mampu menumbuhkan imajinasi, karakter, serta keberanian anak-anak
Purbalingga untuk memiliki cita-cita besar,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap
ketersediaan bahan bacaan di lembaga PAUD, Bunda PAUD Purbalingga juga
menyerahkan bantuan 240 buku cerita anak.
Buku tersebut akan diberikan kepada
HIMPAUDI dan IGTKI, masing-masing sebanyak 120 buku. Setiap organisasi
mendapatkan tiga judul buku dengan rincian:
“Fatih Punya Banyak Teman” sebanyak 40
buku;
“Khalisha dan Pohon Kecil” sebanyak 40
buku;
“Kayla Berani Bermimpi” sebanyak 40
buku.
Bantuan ini diharapkan dapat
dimanfaatkan oleh para pendidik PAUD sebagai media pembelajaran sekaligus
mendukung kegiatan membaca bersama di satuan pendidikan anak usia dini.
Selain peluncuran buku, Bunda PAUD
Purbalingga juga mencanangkan gerakan literasi bersama melalui program “SACIBU”
(Satu Anak, Satu Cerita, Satu Buku).
Program tersebut menjadi gerakan bersama
untuk membangun kedekatan anak dengan buku melalui pembiasaan membaca,
bercerita, dan mengenalkan berbagai kisah inspiratif sejak usia dini.
“Gerakan SACIBU merupakan ikhtiar
bersama agar budaya membaca dapat tumbuh dari lingkungan terdekat anak, baik
keluarga maupun sekolah. Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan untuk
menikmati cerita, mengenal buku, dan mengembangkan imajinasinya,” ujar
Syahzani.
Melalui peluncuran buku cerita anak,
bantuan buku, dan gerakan SACIBU, Bunda PAUD Purbalingga berharap literasi
dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif bagi anak-anak. Tidak hanya meningkatkan
minat baca, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan identitas lokal serta
membangun generasi Purbalingga yang kreatif, berkarakter, dan percaya diri. (Nok)

Posting Komentar