Forgunam Korwilcam Dindikbud Bobotsari Gandeng UNU Purwokerto Gelar Pelatihan Media Interaktif dan Soal HOTS Matematika Berorientasi TKA

 

NALARNEWS.COM – Meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2026/2027, Forum Guru Kelas 6 (Forgunam) Korwilcam Dindikbud Bobotsari menggandeng Program Studi Matematika Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto dalam pelatihan pengembangan media interaktif dan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kegiatan tersebut berlangsung di SDN 1 Limbasari, Selasa (27/10/2026), dan diikuti para guru kelas 6 di wilayah Bobotsari.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya memperkuat kemampuan guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih kreatif, interaktif, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong siswa bernalar, menganalisis, serta menyelesaikan masalah secara mandiri.

Korwilcam Dindikbud Bobotsari, Mutohar, S.Pd., mengapresiasi inisiatif Forgunam yang menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi pendidik. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para guru untuk memperoleh pengetahuan baru dan mengembangkan praktik pembelajaran di sekolah.

“Manfaatkan kegiatan pelatihan ini sebaik-baiknya. Ikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing,” pesannya.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, hasil pelatihan diharapkan tidak sekadar menambah wawasan, tetapi juga memberikan perubahan nyata dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.

Pengawas SD, Dewi Erna Puspitaningsih, S.Pd., M.Pd., turut menekankan pentingnya kemampuan guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Pengembangan media interaktif dan penyusunan soal HOTS dinilai dapat menjadi sarana untuk menciptakan proses belajar yang lebih aktif dan bermakna.

“Guru perlu terus mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. Media interaktif harus dimanfaatkan untuk membantu siswa memahami konsep matematika, sedangkan soal HOTS perlu dirancang agar anak terbiasa bernalar, berpikir kritis, dan menyelesaikan persoalan, bukan sekadar menghafal rumus,” ujar Dewi.

Ia juga mengingatkan agar guru memanfaatkan forum pelatihan sebagai ruang konsultasi dan diskusi. Berbagai kesulitan yang dihadapi dalam mengajarkan matematika dapat dibahas bersama narasumber untuk menemukan alternatif penyelesaian yang sesuai dengan kondisi pembelajaran di sekolah.

Dewi berharap, setelah mengikuti pelatihan, para guru mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan begitu, peningkatan kompetensi pendidik dapat berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan akademik peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, tiga dosen Program Studi Matematika UNU Purwokerto hadir sebagai narasumber, yakni Nur'aini Muhasanah, S.Pd., M.Pd., Chandra Sari Widyaningrum, S.Si., M.Sc., dan Priska Sari Dewi, S.Mat., M.Sc. Mereka memberikan materi terkait pengembangan media pembelajaran interaktif dan penyusunan soal HOTS matematika yang berorientasi pada TKA.

Kehadiran para akademisi diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dasar dan perguruan tinggi. Melalui kolaborasi tersebut, guru memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman sekaligus mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan langsung dalam kegiatan belajar mengajar.

Ketua Forgunam Korwilcam Dindikbud Bobotsari, Imanda Teguh Raharjo, S.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen komunitas guru untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan di sekolah dan dibagikan kepada rekan sejawat. Dengan saling berbagi, praktik baik pembelajaran dapat berkembang dan manfaatnya dirasakan lebih luas,” kata Imanda.

Ia menambahkan, Forgunam berupaya menjadi ruang bagi guru kelas 6 untuk memperkuat kolaborasi, bertukar pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai tantangan pembelajaran. Menurutnya, pengembangan kompetensi secara berkelanjutan diperlukan agar guru mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pendidikan.

Melalui media interaktif, pembelajaran matematika diharapkan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Sementara itu, soal HOTS dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan analisis, penalaran, dan pemecahan masalah yang dibutuhkan dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.

Sinergi Forgunam Korwilcam Dindikbud Bobotsari dengan Prodi Matematika UNU Purwokerto ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya belajar di kalangan pendidik. Dengan guru yang semakin kompeten dan inovatif, kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar diharapkan terus meningkat serta mendukung kesiapan peserta didik menghadapi TKA Tahun Ajaran 2026/2027.

 

Post a Comment

أحدث أقدم