Perkuat Mutu Pendidikan, Bimtek di Korwilcam Karangreja Dorong Transformasi Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Digital



NALARNEWS.COM – Transformasi pendidikan membutuhkan kesiapan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu membangun kompetensi dan karakter murid. Untuk mendukung hal tersebut, Korwilcam Dindikbud Kecamatan Karangreja menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Berbasis Digital pada 29–31 Oktober 2026 di SD Negeri 1 Karangreja.

Kegiatan ini diikuti kepala sekolah dan dua orang guru dari seluruh sekolah di Kecamatan Karangreja. Selama tiga hari, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pendekatan pembelajaran mendalam serta strategi pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan asesmen di sekolah dasar.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Nokman Riyanto, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa penerapan pembelajaran mendalam merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, karena menempatkan murid sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, guru perlu membangun suasana belajar yang mendorong rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Pembelajaran harus memberikan pengalaman yang memungkinkan murid memahami materi secara utuh, bukan sekadar menghafal informasi.

"Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang membuat murid benar-benar belajar, bukan hanya hadir di kelas dan menyelesaikan tugas. Pembelajaran mendalam mendorong murid untuk memahami apa yang dipelajari, menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, serta mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam berbagai situasi," ungkap Nokman.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam perlu didukung asesmen yang tepat. Asesmen harus menjadi instrumen untuk mengetahui perkembangan kompetensi murid sekaligus membantu guru menentukan langkah pembelajaran berikutnya.

"Jangan sampai asesmen hanya berhenti pada angka atau nilai di rapor. Guru harus mampu membaca hasil asesmen, mengidentifikasi kesulitan belajar murid, kemudian menyusun tindak lanjut yang tepat. Teknologi digital dapat membantu proses tersebut agar lebih efektif, tetapi kualitas analisis dan keputusan pembelajaran tetap menjadi tanggung jawab guru," tegasnya.

Ia berharap kegiatan bimtek tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi dilanjutkan dengan perubahan nyata dalam praktik pembelajaran di sekolah. Kepala sekolah juga diharapkan mengambil peran dalam mendampingi, memfasilitasi, dan melakukan supervisi terhadap implementasi hasil kegiatan.

Korwilcam Dindikbud Kecamatan Karangreja, Dewi Erna P., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi pendidik sekaligus membangun kesamaan persepsi dalam menghadapi perubahan paradigma pembelajaran dan perkembangan teknologi pendidikan.

Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Karangreja, Arif Fudin, M.Pd., bersama Hastin Widiyanti, M.Pd., dan Eni Rulita, M.Pd., turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan di Kecamatan Karangreja.

Dengan keterlibatan perwakilan seluruh sekolah, hasil bimtek diharapkan dapat disebarluaskan kepada guru lainnya melalui pengimbasan dan berbagi praktik baik di masing-masing satuan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Kecamatan Karangreja berupaya membangun ekosistem pendidikan yang semakin adaptif terhadap perubahan. Pembelajaran mendalam dan asesmen berbasis digital diharapkan tidak sekadar menjadi pemahaman baru bagi guru, tetapi benar-benar menjadi praktik yang mampu menghadirkan pengalaman belajar lebih bermakna dan meningkatkan kualitas hasil belajar murid.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama