NALARNEWS.COM – Pembangunan infrastruktur dan
pemberdayaan masyarakat menjadi fokus program TNI Manunggal Membangun Desa
(TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang,
Kabupaten Purbalingga. Melalui program yang berlangsung pada 13 Oktober hingga
11 November 2026 tersebut, pemerintah daerah bersama TNI menargetkan
pembangunan jalan baru sepanjang 715 meter dengan lebar 6 meter, rehabilitasi
rumah tidak layak huni (RTLH), serta sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas
masyarakat.
Program tersebut resmi dibuka melalui
upacara di Halaman Pendapa Dipokusumo, Selasa (13/10/2026). Pemerintah
Kabupaten Purbalingga mengalokasikan anggaran sebesar Rp220 juta, sedangkan
total anggaran pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV mencapai Rp426 juta dari
berbagai sumber pendanaan.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas
Prasetyahani menyampaikan bahwa program TMMD merupakan bentuk nyata kerja sama
antara pemerintah daerah, TNI, pemerintah provinsi, dan berbagai lembaga untuk
mempercepat pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh
masyarakat.
“Kegiatan ini juga ditopang dari
anggaran Pemprov Jateng, maturnuwun Pak Gubernur. Dan kegiatan ini juga
merupakan hasil kolaborasi lintas instansi juga, seperti dengan Baznas, PMI,
dan stakeholder lainnya,” ungkap Dimas seusai upacara pembukaan.
Menurutnya, dukungan lintas instansi
menjadi modal penting agar pembangunan tidak hanya bertumpu pada satu sumber
anggaran. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat
program sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah perdesaan.
Salah satu pekerjaan fisik yang menjadi
prioritas adalah pembukaan jalan baru di Desa Bantarbarang. Infrastruktur
dengan panjang 715 meter dan lebar 6 meter tersebut diharapkan meningkatkan
aksesibilitas warga, mempermudah mobilitas, serta menunjang kegiatan ekonomi
masyarakat.
Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol
Inf. Aries Ika Satria menjelaskan bahwa penentuan Desa Bantarbarang sebagai
lokasi pelaksanaan TMMD telah melalui proses perencanaan dan musyawarah, dengan
mempertimbangkan usulan desa-desa yang telah disampaikan pada tahun sebelumnya.
“Ini adalah upaya untuk membuka akses
jalan. Dengan terbukanya akses, tentunya akan memberikan dampak positif
terhadap masyarakat. Akses yang terbuka, ekonomi akan lancar. Ekonomi lancar
berarti kesejahteraan akan terwujud,” tegas Aries.
Pembangunan jalan tersebut diharapkan
menjadi pengungkit aktivitas ekonomi masyarakat. Akses yang lebih baik dapat
memudahkan pergerakan warga dan mendukung berbagai kegiatan produktif, sehingga
pembangunan infrastruktur memiliki dampak yang lebih luas terhadap kehidupan
sosial dan ekonomi desa.
Selain sasaran fisik, TMMD Sengkuyung
Tahap IV juga memuat kegiatan nonfisik berupa penyuluhan dan edukasi untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan ini melibatkan Polres
Purbalingga, Kejaksaan Negeri, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta
perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Keterlibatan berbagai instansi tersebut
diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai persoalan hukum, keamanan,
dan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, hasil pembangunan
tidak hanya terlihat dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga tercermin melalui
peningkatan pengetahuan dan kesadaran warga.
Melalui pelaksanaan TMMD Sengkuyung
Tahap IV Tahun 2026, Pemkab Purbalingga dan TNI berharap pembangunan di Desa
Bantarbarang dapat memberikan manfaat berkelanjutan. Kolaborasi pembangunan
fisik dan pemberdayaan masyarakat diharapkan menjadi langkah strategis untuk
memperkuat desa, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong terwujudnya
kesejahteraan masyarakat Purbalingga.

إرسال تعليق