LAZiS Jateng Wisuda 61 Santri dari 5 LKSA, Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani Berprestasi

 

SEMARANG, NALARNEWS.COM – Semangat menghafalkan Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan anak-anak yang berada dalam pembinaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Sebanyak 61 santri dari lima LKSA mengikuti Wisuda Tahfidz 2026 yang digelar di LKSA Ihsanul Quran, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para santri yang telah berjuang menambah dan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Dari total peserta wisuda, tiga santri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz, sementara 26 santri lainnya telah memiliki hafalan minimal tiga juz.

Wisuda Tahfidz 2026 turut dihadiri Direktur Eksekutif LAZiS Jateng Doso Sutrisno, S.Pd., Ketua Tim Kerja Pemberdayaan Zakat pada Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Dasiri, M.Pd., serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Dasiri memberikan apresiasi terhadap kiprah LAZiS Jateng yang selama ini aktif dalam pengelolaan dana zakat sekaligus mendukung berbagai program sosial, pendidikan, dakwah, dan keagamaan.

Menurutnya, LAZiS Jateng merupakan salah satu dari empat lembaga amil zakat skala provinsi yang memiliki izin operasional di Jawa Tengah. Kinerja lembaga tersebut juga mendapat penilaian positif dalam proses audit syariah.

“LAZiS Jateng ini kinerjanya tidak diragukan lagi. Dalam audit syariah yang kami lakukan, tidak ditemukan penyimpangan maupun ketidaksesuaian dalam penggunaan dana. Ini menunjukkan bahwa LAZiS Jateng termasuk lembaga yang amanah dan mampu menjalankan kewajibannya dengan baik,” ujar Dasiri.

Ia menilai, penyelenggaraan Wisuda Tahfidz merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk mendukung lahirnya generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an. Pembinaan para santri di lingkungan LKSA diharapkan mampu memberikan bekal keagamaan sekaligus membentuk karakter generasi masa depan.

Direktur Eksekutif LAZiS Jateng Doso Sutrisno mengatakan, pembinaan anak-anak di lingkungan LKSA tidak hanya berhenti pada kegiatan belajar mengaji dan menghafalkan Al-Qur’an. LAZiS Jateng juga berupaya memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi terbaik yang mereka miliki.

“Anak-anak di sini bukan sekadar mengaji biasa. Mereka yang memiliki potensi lebih juga kami upayakan agar bisa dioptimalkan,” kata Doso.

Upaya tersebut telah menghasilkan berbagai capaian membanggakan. Selain memiliki kemampuan dalam menghafalkan Al-Qur’an, sejumlah santri juga berhasil menunjukkan prestasi di bidang akademik dan organisasi.

Salah satunya adalah Ghybtha Ghafa Ghifari Albiya dari LKSA Ihsanul Quran. Santri penghafal Al-Qur’an 30 juz tersebut berhasil meraih peringkat pertama paralel di sekolahnya di tingkat SMK. Tidak hanya itu, ia juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Ambalan.

Prestasi lainnya ditorehkan Haris Aroyhan, santri LKSA Ihsanul Quran yang aktif mengikuti berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Haris berhasil meraih Juara 2 MTQ Kecamatan Gunungpati cabang 1 juz, Juara 2 MTQ Kecamatan Semarang Selatan cabang 5 juz dan 10 juz, serta Juara 3 MTQ Kecamatan Semarang Tengah cabang 10 juz.

Doso berharap keberhasilan para santri tersebut dapat menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan potensi diri.

“Kami mengucapkan selamat kepada para santri yang telah diwisuda. Bagi yang belum, ini menjadi ikhtiar bersama untuk terus meningkatkan kemampuan. Kami memohon doa dan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian agar dapat terus menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ghybtha menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta pendampingan yang diberikan kepada para santri. Menurutnya, Wisuda Tahfidz menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan panjang dalam menghafalkan Al-Qur’an.

“Saya berterima kasih kepada LAZiS Jateng yang telah mengadakan wisuda sebagai bentuk apresiasi kepada kami yang telah menyelesaikan hafalan. Saya juga berterima kasih kepada para donatur, ustaz, dan pengurus pondok yang sudah memenuhi keperluan saya serta membimbing dari yang awalnya nol sampai bisa sejauh ini,” tuturnya.

Wisuda Tahfidz 2026 pun menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan hafalan. Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa dengan pendampingan, pendidikan, dan dukungan yang berkelanjutan, anak-anak di lingkungan LKSA mampu tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berprestasi di berbagai bidang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama