Penantian Sejak 1975 Berakhir, Jembatan Gantung Langkap–Kramat Resmi Berdiri

 


NALARNEWS.COM – Akses masyarakat di wilayah Langkap, Kecamatan Kertanegara, dan Kramat, Kecamatan Karangmoncol, semakin terbuka dengan diresmikannya Jembatan Gantung Langkap–Kramat oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Selasa (27/10/2026). Selain menghadirkan jalur penyeberangan yang lebih aman, pemerintah daerah menyiapkan peningkatan infrastruktur pendukung untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Jembatan yang melintasi Kali Tambra tersebut memiliki panjang 100 meter dan menjadi jembatan gantung dengan bentang terpanjang di Kabupaten Purbalingga. Keberadaannya sekaligus mengakhiri penantian masyarakat sejak 1975 yang selama ini mengandalkan jembatan kayu nonpermanen untuk menyeberangi sungai.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita di atas jembatan. Pembangunan jembatan menelan anggaran sekitar Rp4,27 miliar dari APBN, dengan pelaksanaan pekerjaan mulai 23 April 2026 hingga selesai pada 19 Oktober 2026.

Bupati Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, pembangunan jembatan perlu diikuti dengan peningkatan akses jalan dan penerangan agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara lebih nyaman. Pemkab Purbalingga berencana menganggarkan perbaikan jalan dari Desa Langkap menuju jembatan, sekaligus memasang lampu penerangan dari kedua sisi wilayah yang terhubung.

“Insya Allah kami dari Pemkab Purbalingga akan menganggarkan perbaikan jalan di Desa Langkap menuju jembatan ini, kita haluskan jalannya, dan nanti Insya Allah kita juga akan menaruh lampu jalan ke arah jembatan, baik dari sisi Desa Langkap maupun Desa Kramat,” kata Fahmi.

Selain peningkatan akses menuju jembatan, Pemkab Purbalingga telah merencanakan perbaikan jalan Kramat–Sirau dan Sirau–Danasari. Pekerjaan tersebut ditargetkan paling lambat mulai direalisasikan pada awal 2027. Langkah ini diharapkan semakin memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat antarwilayah.

Fahmi juga melihat potensi kawasan di sekitar jembatan untuk dikembangkan sebagai ruang publik yang produktif. Ia berharap lahan milik Pemkab Purbalingga di sekitar lokasi dapat dimanfaatkan, antara lain untuk taman atau tempat berjualan, sehingga kawasan tersebut berpeluang menjadi pusat keramaian baru sekaligus destinasi wisata lokal.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jawa Tengah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Rohmat Purnomo, menjelaskan bahwa jembatan memiliki lebar 1,8 meter dan diperuntukkan bagi pejalan kaki serta pengguna sepeda motor.

“Peruntukannya untuk sepeda motor dan pejalan kaki dengan kapasitas 40 orang yang tersebar merata tidak di satu titik,” ujar Rohmat.

Sebelum jembatan permanen dibangun, warga menghadapi risiko saat menyeberangi Kali Tambra, khususnya ketika debit air meningkat pada musim hujan. Dengan konstruksi besi dan baja, jembatan baru ini diharapkan memberikan akses yang lebih aman sekaligus mendukung kelancaran kegiatan sehari-hari masyarakat.

Kepala Desa Langkap, Wahyu Wibowo, didampingi Kepala Desa Kramat, Jarwani, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam merealisasikan pembangunan jembatan. Ia menyebut peran Anggota DPR RI Rofik Hananto, Bupati Purbalingga, dan Kementerian Pekerjaan Umum menjadi bagian penting dari terwujudnya aspirasi warga.

“Jembatan ini akan meningkatkan perekonomian antardesa-desa: Langkap, Kramat, Sirau, Tunjungmuli dan sebagainya, juga penghubung silaturahmi,” ungkap Wahyu.

Apresiasi serupa disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga dari Fraksi PKS, Sumarsih, yang hadir mewakili Anggota DPR RI Rofik Hananto. Ia mengatakan, terwujudnya jembatan merupakan hasil sinergi berbagai pihak serta perjuangan aspirasi masyarakat yang dilakukan secara konsisten.

“Terwujudnya jembatan ini menjadi bukti bahwa aspirasi yang diperjuangkan dengan kesabaran, konsistensi, dan kerja sama yang baik dapat menjadi kenyataan,” katanya.

Sumarsih juga mengajak masyarakat menjaga jembatan dengan mematuhi ketentuan keselamatan dan kapasitas, tidak merusak fasilitas, serta menjaga kebersihan lingkungan Sungai Tambra. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Peresmian Jembatan Gantung Langkap–Kramat menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Purbalingga. Dengan rencana perbaikan jalan, penyediaan penerangan, dan pengembangan kawasan sekitar, jembatan ini diharapkan tidak hanya mempermudah penyeberangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Langkap, Kramat, serta desa-desa sekitarnya.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama