NALARNEWS.COM – Peluang investasi di Kabupaten
Purbalingga kembali terbuka. Tiga perusahaan dari sektor industri pangan dan
perdagangan menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan usaha di wilayah
tersebut melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dalam Purbalingga
Business Forum 2026, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom
Braling Grand Hotel ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten
Purbalingga mempertemukan calon investor dengan berbagai pemangku kepentingan
guna memperkuat kolaborasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Bupati Purbalingga Dimas
Prasetyahani, yang hadir mewakili Bupati Fahmi Muhammad Hanif, menyampaikan
bahwa investasi memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Namun, upaya menarik investor perlu diimbangi dengan kemitraan yang mampu
memberikan manfaat bagi dunia usaha maupun masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten
Purbalingga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang
setinggi-tingginya kepada Direktur PT BPD Jawa Tengah yang berkolaborasi dengan
Pemerintah Kabupaten Purbalingga, dalam hal ini DPMPTSP Kabupaten Purbalingga, untuk
mendatangkan pelaku usaha baru yang menandatangani surat kepeminatan
berinvestasi atau Letter of Intent (LoI) di Kabupaten Purbalingga,” ujar Dimas.
Ia menegaskan, Purbalingga Business
Forum tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan pelaku usaha,
tetapi juga sarana membangun komunikasi, menyelaraskan kepentingan, serta
memperkuat komitmen pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Menurutnya, kerja sama investasi perlu
mengedepankan prinsip simbiosis mutualisme, sehingga pemerintah, masyarakat,
dan investor memperoleh manfaat sesuai peran masing-masing.
“Dalam hal kolaborasi dengan para
stakeholder, terlebih kolaborasi dengan para investor, tentunya kolaborasi ini
tidak hanya semata-mata mengedepankan kepentingan pemerintah dan masyarakat,
tetapi juga perlu dipastikan adanya kolaborasi yang bersifat simbiosis
mutualisme,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab
Purbalingga berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan
akses dan perizinan, serta menjamin keamanan dan kenyamanan berusaha sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah daerah juga berharap
investasi yang berkembang dapat menjadi penggerak pembangunan dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
Dalam forum tersebut, tiga perusahaan
menyampaikan minat investasinya. PT Agri Pangan Lestari, perusahaan industri
sayuran beku (frozen vegetables), berfokus pada pengembangan pertanian sebagai
pemasok bahan baku industri dan berlokasi di Desa Karangjengkol, Kecamatan
Kutasari.
Berikutnya, PT Pelita Satria Perkasa
atau Depo Pelita, perusahaan perdagangan yang tengah membangun usaha di Desa
Selaganggeng, Kecamatan Mrebet. Sementara itu, PT Mesona Jaya Indonesian
merencanakan pembangunan industri cincau di Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon.
Penandatanganan LoI menjadi penanda
ketertarikan awal perusahaan untuk menjajaki investasi di Purbalingga. Tahap
selanjutnya diharapkan dapat mendorong terwujudnya rencana usaha sesuai
kesiapan masing-masing perusahaan dan ketentuan yang berlaku.
Forum tersebut juga menghadirkan
talkshow bertema “Sinergi Penguatan Ekosistem Keuangan dan Investasi untuk
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah”. Diskusi dimoderatori jurnalis senior
Andy F. Noya dengan narasumber Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, Founder dan
Owner Eka Surya Plaza Tedy Adianto, Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha
Sektor Industri Kementerian Investasi dan Hilirisasi Suhartono, serta Pimpinan
Cabang Bank Jateng Aji Dewanto.
Dalam kesempatan itu, Aji Dewanto
menekankan peran perbankan daerah dalam mendukung pengembangan dunia usaha,
termasuk melalui layanan permodalan, investasi, dan digitalisasi.
“Bank Jateng ini bukan hanya bank-nya
ASN, tapi juga bisa men-support dunia usaha, baik permodalan, investasi maupun
layanan digital lain. Kami siap membantu para investor,” katanya.
Purbalingga Business Forum 2026 turut
melibatkan sejumlah asosiasi pengusaha untuk memperluas jaringan kemitraan dan
mempertemukan berbagai pihak yang berpotensi mengembangkan kerja sama bisnis.
Melalui forum ini, Pemkab Purbalingga
berharap minat investasi yang muncul dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi
usaha. Dengan demikian, sektor usaha diharapkan semakin berkembang, peluang
kerja semakin terbuka, dan manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan lebih
luas oleh masyarakat Purbalingga.

إرسال تعليق