NALARNEWS.COM – Semangat riset dan inovasi pelajar mewarnai Lomba
Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) Tingkat SMP/MTs Kabupaten Purbalingga Tahun
2026. Sebanyak 52 tim peserta menampilkan hasil penelitian dan gagasan inovatif
dalam tiga bidang, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS), dan Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT).
Kegiatan tersebut resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga yang diwakili Kepala Bidang
Pembinaan SMP, Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., di Aula Dindikbud, Kamis
(22/10/2026). Penutupan yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri itu
sekaligus menjadi momentum penyerahan penghargaan kepada para juara.
Dari hasil penilaian, SMP Negeri 3 Purbalingga berhasil meraih dua gelar
juara pertama sekaligus penghargaan Stand Terfavorit. Prestasi tersebut
diperoleh pada bidang IPA dan IPS, serta kategori khusus dengan raihan 571
rating pengunjung.
Pada bidang IPA, SMP Negeri 3 Purbalingga menempati posisi pertama
melalui penelitian berjudul KITANAS Spray dengan nilai 92,40. Juara
kedua diraih SMP Negeri 1 Kaligondang dengan nilai 92,20 melalui penelitian
tentang kelembapan tanah pada budi daya cabai rawit berbasis Internet of Things
(IoT) dan mulsa organik. Sementara itu, SMP Negeri 5 Satu Atap Rembang meraih
juara ketiga dengan nilai 91,60 melalui inovasi B-WASTE FUNNEL: Pengelolaan
Limbah MBG melalui Biopori.
Persaingan pada bidang IPS dimenangkan SMP Negeri 3 Purbalingga melalui
penelitian berjudul Melek Teknologi = Boros? Pengaruh Dompet Digital
terhadap Pembelian Impulsif Siswa SMP Negeri 3 Purbalingga, dengan nilai
93,20.
Juara kedua diraih SMP Negeri 1 Kutasari dengan nilai 92,60 melalui
penelitian tentang model implementasi MBG berbasis Ikrar Pelajar untuk
penguatan pendidikan karakter. Adapun juara ketiga diraih SMP Negeri 1
Karangmoncol dengan nilai 91,80 melalui penelitian mengenai minat terhadap
profesi petani lokal pada usia produktif muda di Desa Tajug, Kecamatan
Karangmoncol.
Sementara itu, pada bidang IPT, juara pertama diraih SMP Negeri 4
Karangmoncol dengan nilai 91,20 melalui prototipe alat pendeteksi kebasian
makanan dan susu berbasis Arduino, sensor MQ-137, dan sensor pH.
Juara kedua ditempati MTs Minhajut Tholabah dengan nilai 91,00 melalui
inovasi robot boks pengering berbasis energi surya untuk meningkatkan efisiensi
pengeringan mi ganyong. Posisi ketiga diraih SMP Negeri 1 Bukateja dengan nilai
90,60 melalui Smart BioWaste MBG, aplikasi pemantauan budi daya maggot
untuk mengurangi sampah organik sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindikbud Purbalingga, Priyanto, menyampaikan
apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan LPIR 2026.
Ia menilai kegiatan ini penting untuk membangun budaya berkompetisi secara
sehat sekaligus meningkatkan ketertarikan murid terhadap ilmu pengetahuan dan
teknologi.
“Terima kasih kepada panitia, peserta, guru pembimbing, pengunjung, dan
berbagai pihak atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan seperti ini rutin
digelar setiap tahun agar tumbuh semangat bersaing positif di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi,” ujar Priyanto.
Menurutnya, LPIR tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar
juara, tetapi juga sarana pembelajaran yang mendorong murid berani menyampaikan
gagasan, mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar, dan mengembangkan
solusi melalui penelitian.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat menumbuhkan rasa ingin
tahu, memperkuat budaya ilmiah, serta meningkatkan kemampuan murid dalam
memecahkan masalah dan menghadapi tantangan masa depan.
Priyanto juga menekankan bahwa semangat belajar dan berkarya sejalan
dengan nilai-nilai yang dapat dipetik dari peringatan Hari Santri, khususnya
kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, ketekunan, kedisiplinan, dan pengabdian
kepada masyarakat.
“Santri dan pelajar, dalam ruang pengabdian masing-masing, memiliki peran
penting dalam membangun masa depan bangsa melalui ilmu, karakter, dan karya
nyata,” katanya.
LPIR Kabupaten Purbalingga 2026 diselenggarakan melalui kerja sama
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP, MGMP IPS SMP, dan Dindikbud
Kabupaten Purbalingga, dengan dukungan Lembaga Bimbingan Belajar Genza
Education.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak pelajar yang
terdorong untuk mengembangkan potensi diri, menghasilkan penelitian yang
bermanfaat, serta melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
LPIR juga diharapkan terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun
karakter, mengasah kreativitas, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah melalui
ilmu pengetahuan.

Posting Komentar